Senin, 10 Februari 2014

5 Setelah 2 dari 7 Buku yang Paling Berkesan

Setelah menuliskan review 2 dari 7 buku yang paling berkesan, kali ini saya akan melunaskan hutang terhadap 5 buku lagi. Tak perlu panjang lebar muqaddimah, berikut buku-buku tersebut ^^

3. HIMITSU

Saya membeli novel itu sebagai hadiah kepada diri sendiri diusia ke tujuh belas. Tapi, setelah menamatkan novel tersebut, nama ACHI TM terus melekat dalam ingatan saya dan menginspirasi saya yang entah darimana muncul ide menulis novel I Love My Love dan belum terbit. :D

Jadi kan, HIMITSU itu sendiri merupakan arti dari "RAHASIA". Windy dan Lya miliki tanggal, bulan, dan tahun lahir yang sama. Mereka bertetangga dan bersahabat sangat akrab. Namun ternyata diusia ke 10 mereka, Mama dan Papa Tya bercerai membuat Tya harus berpisah dengan salah satu orang tuanya dan juga sahabatnya Winda.

Malam sebelum perpisahan itu, Winda mengajak Tya ke halaman sekolah SD dan saling berjanji akan kembali ke sana untuk membuka kado sweet seventeen. Keduanya pun setuju, kado itu harus dikubur dibawah pohon jambu. Namun siapa sangka 7 tahun kemudian pohon jambu itu telah di tebang dan kado Tya terkubur dibawah lantai pos satpam.

Winda dan Tya kembali dipertemukan Tuhan di SMA yang sama. Mereka kembali bersahabat, tapi tiba-tiba saja Tya menjauh. Ada banyak perubahan dari sahabatnya itu. Tya menjadi perokok aktif, bahkan ia menjadi pemakai yang membuat Winda sedihnya lagi, Tya menyembunyikan masalahnya itu dengan menjauhinya.

Tya dan Winda, dua sahabat yang mengajarkan saya untuk menepati janji, dan tidak melupakan siapa yang telah menjadi teman menghabiskan masa kecil. Saya pun turut mencari sahabat yang saya tinggal karena pindah kota. Himitsu telah membuka rahasia/tabir diantara keduanya. Begitu pula dengan kisah persahabatan saya. Terimakasih, Achi TM. Bagi saya, penulis yang baik adalah penulis yang menggerakkan hati pembaca. ^^

4. MALAM PERTAMA DI ALAM KUBUR



Entah mengapa tangan dan hati saya memilih buku ini sebagai hadiah ulang tahun kakak kandung saya diusianya yang ke delapan belas. Betapa terkejutnya saya setelah membaca beberapa halaman buku tersebut, tipis, tapi sarat pesan yang sangat mengerikan. Betapa mengerikan siksaan kubur, bahkan itu adalah malam pertama. Begitu langkah pengantar jenazah pergi, malaikat Munkar dan Nankir datang, maka tamatlah riwayat kita jika amal buruk menjadi ranting paling tinggi.
“Kematian adalah nasihat terbaik dan guru kehidupan, sedikit sahaja kita lengah dari memikirkan kematian, maka kita akan kehilangan guru terbaik dalam kehidupan”
 5. The Da VINCI CODE

Cover buku di atas menjadi buku tebal pertama yang saya baca. Awalnya karena kesel kakak tidak mau menceritakan ending, sehingga saya tertatih mulai mengais-ngais halaman demi halaman hingga tak mau lepas sebelum tamat. Ketika tamat, saya berkacak pinggang bangga, seolah memenangkan hadiah nobel.
The Da Vinci Code, kisah tentang pembunuhan kurator terkenal Jacques Sauniere. Pendeskripsian yang detail bagi saya sangat membosankan saat itu, dan ternyata saya salah. Betapa pentingnya mendeskrispikan lokasi, keliru pendeskripsian, maka cerita bisa jadi error. Dan Brown, menyelipkan pesan kepada saya yang rada tidak menyukai bacaan tebal untuk coba baca buku tebal/berat yang lain lagi, yang lain lagi, dan yang lainnya lagi.
Saya pun mencoba.

6. RUMAH BERATAP BUGENVIL


Awalnya saya tidak tertarik dengan cover buku itu. Tapi, cerita pengantar pada halaman belakang cover menyentuh tangan saya meminjam buku itu. Lagi lagi itu merupakan tulisan hangat Agnes Jesica, penulis cerita teenlit yang saya gemari di masa Aliyah. Beberapa bukunya saya suka, hampir semuanya. Tapi, saya memilih buku ini karena saya kagum pada ide dan cara penggarapan penulis dalam menuangkan ke dalam halaman demi halaman hingga memberi ending yang tidak dapat di tebak.

Saya masih ingin bertanya pada Jesica, bagaimana ia dapat menulis cerita itu dengan sangat rapi? Cerita tentang Linka yang merupakan cucu wanita kaya. Kisah itu perlahan  merangkak pada teman sekelasnya Faris juga penghuni rumah besar itu, lalu menyenggol orang tua Linka, Paman, dsb hingga menyeret pembaca pada si Nenek yang ternyata jadi biang utama cerita itu. Saya kagum, Jesica menuliskannya dengan rapi, silsislah keluarga yang telah hancur berkeping-keping berhasil ia satukan dibalik cover buku itu. 

7. SECRET SAFE DEPOSIT BOX


Sebelumnya saya sudah pernah membahasa buku ini di sini . Buku ini menceritakan tentang kakak beradik yang tidak akur. Kakaknya rada malas, sedangkan adiknya sebaliknya. Namun, Sherly kakaknya Aya adalah tempat curhat yang dicari oleh teman-temannya, bahkan abangnya sendiri Lintang mengandalkan Sherly sebagai penyimpan rahasia. Hampir semua rahasia teman-temannya, Sherly tahu. Bagi Sherly,
Yang penting, kamu ingat saja. Semakin besar ukuran rahasiamu, kamu harus semakin pandai mengunci mulut. Makin besar rumah dan makin banyak harta, makin besar pintu dan kuncinya, Kira-kira begitulah.
Tapi, Sherly tidak pernah mendengar Aya menceritakan masalah padanya. Selain menanyakan soal-soal matematika untuk tingkat SMA, Aya yang baru duduk di bangku SMP berhasil membuat Sherly malu karena lupa pelajaran tersebut. 

Aya gadis pintar, bijaksana, berpikir positif, dan selalu melakukan hal-hal positif. Tapi bagi Sherly, Aya merupakan adik yang paling MEMBOSANKAN. Tapi, Sherly menemukan keanehan pada adiknya membuat ia turun memperhatikan Aya lebih dan ternyata Aya juga punya rahasia dan ia percayakan rahasia itu pada Sherly. Akankah Sherly mampu menyimpan rahasia Aya?

Pertanyaan itu yang dihantarkan kepada pembaca di bab sembilan. Novel remaja yang ringan, bahkan sangat-sangat ringan. Kisah ini mungkin sering terjadi dalam kehidupan kita, tapi kita mengabaikannya. Betapa besar harapan teman yang mencurahkan isi hatinya, masalahnya, untuk ditampung kepada teman, dengan harapan, ia lega, nyaman, kembali bersemangat, bahkan jika ia dapat lebih, si teman sangat bersyukur jika tempat curhatnya menawarkan solusi, atau cukup diam dan menjadi pendengar yang baik.

^_^

4 komentar:

Fardelyn Hacky mengatakan...

Wowwww..isni kereeeen. udah baca davinci code, saya aja belum punya, apalagi baca, hiks..

isni wardaton mengatakan...

Nggak punya, pinjam di Rumcay kak. :D

The Eternal Notes mengatakan...

Wah Da Vinci Code. Dari dulu penasaran sama buku itu. Salut deh Isni uda selesai baca buku itu. Ketinggalan saya. :v

isni wardaton mengatakan...

Hahaha, kebetulan aja itu. XD

Posting Komentar

 

Blog Template by BloggerCandy.com