Kamis, 12 Juni 2014

Benar dalam Jujur, dan Allah Mencintaimu



Judul           : Jujurlah, dan Allah Mencintaimu
Penulis        : Sa`id Abdul Azhim
Penerbit       : Fikr
Halaman      : 488
Tahun terbit : 2007
ISBN           : 978-979-15519-4-6

“Barangsiapa berpegang pada kejujuran, maka ia mendapat taufiq (kesuksesan) dari Allah”
Allah SWT. sangat mengagungkan kejujuran, bahkan menggantungkan kebahagiaan dan keselamatan hambaNya di dunia dan akhirat pada kejujuran. Demikian pula, Allah tidak menyelamatkan seseorang melainkan dengan kejujurannya, dan Allah tidak membinasakan seseorang melainkan karena kebohongannya.

Senin, 09 Juni 2014

Menghalau Galau dengan Air Mata




Judul          : Missed Call Me Miss U (I Will Survive)
Penulis         : Achi TM
Penerbit      : Penerbit ANDI
Cetakan       : I, 2013
Tebal          : 190 halaman
ISBN          : 978-979-29-3926-2

“Kenapa sih elo sama Olis nggak suka banget liat gue nangis? Gue kan cuma mau mencurahkan isi hati gue, mau keluarin semua beban dan kesedihan gue lewat air mata!” (halaman 17)     

Rabu, 14 Mei 2014

Agar Doamu Dikabulkan Malaikat

Judul buku   : Orang-Orang yang Didoakan Malaikat
Penulis          : D.A. Pakih Sati, Lc.
Tebal           : 152 halaman
Cetakan        : Maret, 2013
Penerbit       : DIVA Press
ISBN           : 978-602-7663-93-0

Mengimani Allah Swt. bahwasanya seorang muslim juga percaya akan makhluk yang diciptakan dari cahaya, dan memiliki kedudukan mulia disisiNya, kita menyebutnya dengan Malaikat.  Setiap dari malaikat memiliki tugas tersendiri yang telah ditentukanNya. Keberadaan malaikat dalam menjalankan tugasNya seperti pada wahyu yang sampai kepada Rasulullah Saw., tercabutnya nyawa para makhluk, juga malaikat menjaga manusia dari kejahatan jin dan syaithan.

Rabu, 30 April 2014

Mengenal Kehidupan Alam di Kutub


Alhamdulillah, saya diberi kesempatan merasakan nikmat dimuat tulisan di koran besar "KOMPAS". Nggak nyangka bisa nembus. Sekali lagi, puji syukur padaNya.


Kali ini, nggak perlu bertele-tele, langsung saja ke tulisan yang saya kirim ke Kompas. Cekidot!
****

Minggu, 30 Maret 2014

Pemuda Yang Dirindukan Surga


Awalnya saya sama sekali tidak tertarik dengan buku karya Dr. Sulaiman bin Qasim Al-`Ied. Tapi kuturuti saja kebiasaan membaca halaman cover dan halaman pembuka. Merasuk ke pokok pembahasan pertama dan selanjutnya, saya malah terbawa arus. Saya suka. Saya suka cerita Thalhah dalam buku ini. ^^

Sebelumnya, saya terlebih dahulu diperkenalkan pada sosok tokoh yang begitu bersemangat dalam menghafal Al-Qur`an, pemuda itu mampu mengkhatamkan Al-Qur`an dalam waktu semalaman. Ketika Rasulullah mengetahuinya, dengan rasa iba Rasulullah sallahu`alaiwasallam berkata, “Sungguh aku khawatir panjangnya masa yang akan engkau lalui, hingga membuat dirimu merasa bosan, bacalah (Al-Qur`an) itu dalam waktu sebulan.”

Pemuda itu sadar usianya yang sangat muda, ia sadar kesanggupannya, apalagi dengan anjuran Rasulullah. Tapi apa yang ia katakan? “Wahai Rasulullah, biarkan aku menikmati masa kuat dan mudaku ini.”

Begitulah sang pemuda berkali-kali memintanya hingga takaran akhir Rasulullah memberinya, “(khatamkan) pada setiap tujuh hari.” Tapi sang pemuda tetap kekeh meminta waktu yang lebih sedikit. Rasulullah menolaknya, rasa kasihan dan khawatir akan berhentinya amal mulia tersebut karena terlanjur bosan membaca lantunan suci tersebut. Sebab, amal yang paling dicintai Allah Ta`ala adalah yang dikerjakan terus menerus kendati (amal itu) sedikit.

Kamu mau tahu siapa nama indah pemuda itu? Tenang, akan kuberi tahu, namanya Abdullah bin Amr bin Al-ash. Ah, saya baru berkenalan dengannya. Apa ia sedang menungguku di pintu surga? Hhmn, *senyum-senyum

Sekarang akan kuceritakan seorang pemuda yang dijamin masuk Surga. Kalian tentu sudah dahulu mengetahui siapa pemuda itu, namanya terlantun indah dalam sebuah Qasidah Hasan bin Tsabit ra;

Dan Thalhah pada hari tercerai berai tetap menemani Muhammad
Pada saat terjepit dan penuh kesukaran
Ia melindungi dengan tangannya hingga beliau selamat
Sedang jari-jarinya di bawah pedang telah lumpuh
Beliau bersama Muhammad berada di barisan paling depan
Menegakkan panji islam hingga terbebas.

Ialah Thalhah bin Ubaidillah bin Sa`ad bin Taim bin Luay bin Ghalib al-Qurasy al-Tamimy. 

Semoga kita tetap dalam limpahan hidayahnya, lewat kisah-kisah yang masih layak kita konsumsi, kenapa tidak kita amalkan? Salam semangat. ^^


Kalau mau pinjam, atau mau tahu lebih jelas ceritanya, kudu deh hunting ini buku. :D

Mengotak-atik Kisah Kebetulan Menjadi Sungguhan


Jodoh selalu saja menjadi perkara yang dirumit-rumitkan. Biar dikata sudah ditentukan oleh-Nya, tetap saja ada orang tua yang memaksa seperti dialami Maya. Tokoh Maya dalam novel ini anak orang kaya.

Dia kuliah di luar negeri dan sengaja berlama-lama buat menghabiskan uang orang tua. Dia enggan pulang ke Indonesia. Maya benar-benar membuat ibunya berang dan ingin memaksa menjodohkan. Sementara itu, tokoh lainnya, Maia, adalah gadis desa yang dianugerahi kemampuan dapat membaca pikiran jelek orang.

Pada suatu hari, untuk pertama kalinya, Maia datang ke Jakarta. Dia menunggu tunangannya, Joni, menjemput di Stasiun Pasar Senen. Namun, Maia tertidur di stasiun tersebut dan tasnya raib. Celakanya, petugas keamanan tak mau peduli nasib Maia karena menurut mereka tas tersebut barang tak berharga. Ini berbeda sekali dengan keadaan Maia ketika di desa. Barang hilang akan dicari sama-sama sampai dapat.

Legenda Baru Robyn Hood Sang Pengutil


Siapa yang tak pernah mendengar nama Robin Hood, perampok orang-orang kaya  yang lalu membagikan hasil kejahatannya kepada orang miskin. 

Begitulah   legendanya. Hillary Freeman  dalam novel ini menceritakan Robyn  Hood dengan versi aksen huruf “y”  bukan “i.” Robyn Hood tidak pernah menginginkan barang-barang yang dicuri.  Dia juga tak bisa menghentikan diri  untuk tidak mencuri. Tampaknya,  pencuri ini memperoleh sensasi saat  sukses mengambil barang orang lain. 

Zaman berubah, demikian perampok tersebut. Dia juga menyesuaikan dengan kemajuan teknologi  dan memanfaatkannya. Dia mulai  menyebarkan legenda diri dalam sebuah akun blog. Tak disangka, langkah  itu melambungkan namanya setinggi  langit.

Senin, 24 Maret 2014

Semangat Dalam Lima Karya Bersama




Tak lekang oleh waktu, kebenaran harus diungkap, walau itu pahit, begitu kiranya secara tegas cerpenis tuangkan dalam ramuan buku Doa untuk Sebuah Negeri. Penulis dengan latar belakang Nanggroe Seuramo Mekkah, dengan ceubeuh menggantikan air mata dan darah menjadi kumpulan bongkahan kata yeng tersusun rapi dalam paragraf, demi melawan lupa.

Bahasa fiksi tidak menggurui yang digunakan Diana Roswita dalam cerpennya berjudul Dua Jalan, menceritakan rintihan Mak, dua anaknya terpisah pada jalur yang beda, sang kakak memihak TNI sementara adiknya ternyata anggota GAM. Sementara Doa untuk Sebuah Negeri oleh Julianty Ismail, mengisahkan tentang kesaksian seseorang terhadap apa yang ditangkap mata di sebuah negeri yang dulunya terkenal indah dan damai. Buku kumpulan cerpen yang ditulis oleh enam perempuan Aceh pada tahun September 2001 bukan sekedar bacaan belaka, melainkan juga reportase yang terlupakan.

Indahnya Persahabahan Clave Band



Judul buku    : The Clave Band
Penulis            : Chitra Savitri
Cetakan          : I, Maret 2013
Penerbit          : Noura Books
Tebal              : 169 hal

Setelah bersahabat sejak kelas satu, akhirnya Fia, Rina, dan Ine memiliki cerita sekelas di kelas 6C. Sama dengan teman-teman lainnya, belajar harus menjadi nomor satu yang harus diutamakan, namun sejak usul membentuk grub band diterima Pak Randy dan Bu Sri Mulyani, Fia, Rina dan Ine harus menyeimbangkan antara belajar dan latihan.

Senin, 10 Februari 2014

5 Setelah 2 dari 7 Buku yang Paling Berkesan

Setelah menuliskan review 2 dari 7 buku yang paling berkesan, kali ini saya akan melunaskan hutang terhadap 5 buku lagi. Tak perlu panjang lebar muqaddimah, berikut buku-buku tersebut ^^

3. HIMITSU

Saya membeli novel itu sebagai hadiah kepada diri sendiri diusia ke tujuh belas. Tapi, setelah menamatkan novel tersebut, nama ACHI TM terus melekat dalam ingatan saya dan menginspirasi saya yang entah darimana muncul ide menulis novel I Love My Love dan belum terbit. :D

Jadi kan, HIMITSU itu sendiri merupakan arti dari "RAHASIA". Windy dan Lya miliki tanggal, bulan, dan tahun lahir yang sama. Mereka bertetangga dan bersahabat sangat akrab. Namun ternyata diusia ke 10 mereka, Mama dan Papa Tya bercerai membuat Tya harus berpisah dengan salah satu orang tuanya dan juga sahabatnya Winda.

Senin, 03 Februari 2014

2 dari 7 Buku yang Paling Berkesan

Ada beberapa buku yang pernah saya baca sejak kecil dan paling berkesan. Sangking berkesannya saya masih ingat bagaimana saya mendapatkan beberapa buku tua itu. 

Dulu saya tinggal di rumah perkebunan berdampingan dengan kantor camat Samatiga, dimana di sana ayah saya bekerja dan yahaaa... saya dengan leluasa dapat masuk keluar memainkan mesin tik atau membaca apa saja di sana. Juga di sekolah Madrasah Ibtidaiyah kami di Suak Timah diberi sebuah lemari berisi full buku pada setiap kelas. Kami dengan leluasa dapat meminjamkan buku tanpa pencatatan. Tebak apa yang terjadi?

Saya pindah ke mari, yaa di sini, di Banda Aceh ini. Taraaa... saya ternyata mencuri beberapa buku. Tidaak, saya hanya meminjamkannya dan belum sempat dikembalikan. Bukan! Saya adalah penyelamat buku-buku itu! Jika saya tidak membawa buku itu, mungkin buku yang sangat berkesan ini tidak pernah selamat karena dapat menjadi sarapan pagi Tsunami.

Dan beberapa buku tuwir itu dan saya yakin teman-teman tidak mengenalinya, adalah:

1. Misra dan Popero, penerbit Gramedia Jakarta 1976


 

Blog Template by BloggerCandy.com