Siapa yang tak pernah mendengar nama Robin Hood, perampok orang-orang kaya yang lalu membagikan hasil kejahatannya kepada orang miskin.
Zaman berubah, demikian perampok tersebut. Dia juga menyesuaikan dengan kemajuan teknologi dan memanfaatkannya. Dia mulai menyebarkan legenda diri dalam sebuah akun blog. Tak disangka, langkah itu melambungkan namanya setinggi langit.
Robyn tak pernah membayangkannya. Siapa sebenarnya Robyn Hood yang dipanggil Ruby itu? Dia hanyalah remaja putri, tukang ngutil. Blog milik Ruby mulanya hanya dikunjungi Noah, teman sekaligus tetangganya. Tapi kini, tiba-tiba saja blog didatangi ratusan komentator dengan segala celotehan. Tak sedikit yang memuji keberaniannya.
Bahkan, kebanyakan menggunjing pemilik akun sebagai penjahat berkedok sumbangan ke toko amal. Nyali Robyn Hood menciut seketika seandainya yang ada di sampingnya saat itu bukan Noah. Maka, Noahlah yang membuat akun Robyn Hood.
Noah berjanji akan selalu melindungi nama Robyn. Di balik namanya sebagai Robyn Hood, tokoh utama dalam novel ini juga dikisahkan sebagai anak dari keluarga broken home. Ibu dan ayahnya memang telah bercerai, namun bapaknya tetap meluangkan waktu untuk anak semata wayangnya. Tapi tentu saja, Ruby tidak ingin orang tuanya mengetahui perbuatannya. Dia tak mungkin mengaku Robyn Hood yang diincar media dan sampai membuat polisi turun tangan.
Noah berlagak sebagai polisi dan berkata kepada orang tua Ruby, “Putri Anda, Ruby, sedang bersama kami. Dengan menyesal kami beritahukan bahwa putri Anda tertangkap sedang mengutil,” (hal 111). Semua orang ingin menangkap Robyn Hood. Situasi tambah rumit karena ada warga yang mengaku kepada media sebagai Robyn Hood. Jelas, ini membuat adrenalin Ruby terpancing.
Dia ingin menunjukkan diri sebagai Robyn Hood sebenarnya. Apa pun risikonya, Ruby merasa berhak top. Setelah berhenti beberapa waktu tidak mengutil, berkat bantuan Noah, kali ini dia beraksi lagi. Anehnya, dia ingin ditangkap polisi. Seorang remaja berkelamin perempuan mengaku sebagai Robyn Hood sebenarnya. Sayang, tak ada yang percaya. Bahkan, ketika Ruby berkeras menunjukkan semua bukti kepada ayahnya, akun blog-nya tida-tiba saja menghilang.
Ruby langsung mencari Noah. Temannya ini berjanji akan membantu Ruby dan akan mengembalikan akun blog-nya yang sengaja ditutup demi keselamatan Ruby. Ruby ingin mengakui kesalahannya, tapi terlambat. Ruby benar-benar shock dengan keputusan nekat Noah. Tapi, Ruby berhak bangga.
“Dia milikku, pikirnya, semua orang menginginkannya sekarang, tapi akulah yang dipedulikan", (hal 217). Buku ini layak dibaca remaja karena pada akhir cerita, pengarang menegaskan bahwa pengutilan harus dihentikan. Selain itu, buku ini mengajarkan kepada remaja bahwa mengambil sesuatu yang bukan miliknya tidak dapat dibenarkan. Sementara itu, lewat sosok Noah, akan terlihat teman sejati di saat orang jatuh.
(Tulisan ini dimuat di rubrik Parada Koran Jakarta, bisa kunjungi di sini.
Diresensi Isni Wardaton
lulusan Prodi Pendidikan Fisika Ar-Raniry, Banda Aceh
Judul Buku : Lifted: Pengutil Paling Top
Penulis : Hilary Freeman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Terbit : September - 2013
Tebal : 224 halaman
ISBN : 978-979-22-9874-1

0 komentar:
Posting Komentar