Judul :
Missed Call Me Miss U (I Will Survive)
Penulis :
Achi TM
Penerbit : Penerbit ANDI
Cetakan :
I, 2013
Tebal :
190 halaman
ISBN :
978-979-29-3926-2
“Kenapa
sih elo sama Olis nggak suka banget liat gue nangis? Gue kan cuma mau
mencurahkan isi hati gue, mau keluarin semua beban dan kesedihan gue lewat air
mata!” (halaman 17)
Olis udah bosan dengan kebiasan Tata. Tiap kali Olis ke kamar Tata, Tatanya sibuk nangisi Apri. Bagi Tata, ia tetap bisa mencintai Apri saja sudah cukup. Tak perlu ada yang melarangnya, tapi Olis merasa kasihan. Apri di luar sana hanya mencintai Nurul. Hanya ada Nurul, bukan Tata! Nekadnya lagi, Tata sampai berlari keluar rumah menuju rumah Apri cuma buat nunjukin air mata saksi cintanya. Di depan pagar, Apri menepuk pundak Tata, mata tajam itu menampung beban. Apri menangis!
Menangis
memang melegakan. Lewat cerpennya, Achi TM mengajak pembaca untuk meniti air
mata yang telah ruah. Tatakah yang Apri tangisi dalam cerpen Maka Biarkan Aku
Menangis?
Achi
TM sepertinya sangat mendalami perasaan remaja yang kerap terhibur oleh musik. Missed Call Me Miss U (I Will Survive)
merupakan cerita yang mengajak remaja untuk tegar. Dikisahkan di dalamnya Ami
yang baru diputusin Arman dan disergap kesepian. Vira sang kakak menghadiahkan
Ami hp baru yang kemudian ia gunakan iseng memencet sembarang nomor. Sambungan
tersambung, nada tunggu pun mengalun. Telepon diangkat. Ami segera
mematikannya, dan begitu seterusnya hingga ia terlelap.
“Aku
harus survive!” (halaman 27)
Ami
tak pernah menyangka lagu itu berhasil menyadarkan hatinya yang kelabu.
Keesokan harinya sepulang sekolah, Ami pergi ke toko kaset dan ingin membeli
kaset Cake yang menyanyikan lagu I Will Survive. Isengnya kembali
memencet, dan Ami tak menyangka kalau dunianya sangat kecil. Pemilik nada
sambung balik missed call Ami!
Achi
TM seolah tidak membiarkan pembacanya mampu menebak ending. Benar saja! Tak satu pun ending yang dapat saya tebak. Selain itu, penulis lihai dalam
menggelitik pembaca. Seperti yang ia persembahkan dalam judul Percaya Ngga Sih
Loh?, Yang Istimewa buat Deja, Keran Bocor, dan Cerita Kumis Bapakku mengelitik
pembaca tepat sasaran.
Buku
dengan cover hijau metropolitan juga
menyajikan sisi keteduhan dibalik judul Cinta untuk Damai, Keponakan Bude
Kasti, dan Menjelma Matahari dengan menampilkan beragam sudut pandang yang
kerap kita kucilkan.
“Taklah…
matahari terbit dari sini! Dulu sekali, waktu aku kecil, ayahku pernah
mengajakku melihat matahari di sini!” tegasnya. (halaman 132)
Cuplikan
di atas merupakan kisah Narti yang berharap matahari terbit dari barat.
Sedangkan Rika sahabatnya terus meyakinkan Narti matahari terbit dari timur.
Rata-rata
cerpen yang dikemas dalam judul buku Missed Call
Me Miss U (I Will Survive) ini merupakan tulisan penulis yang dimuat di
beragam media cetak. Achi TM juga mengajak remaja untuk bangkit, herannya lagi
karakter Rika yang gampang move on
dalam Lingkatan Tanpa Sudut.
“Jatuh cinta… patah hati… jatuh cinta lagi.”
(halaman 172).
Rika
dalam sebulan bisa empat kali jatuh cinta, sejumlah itu pula ia patah hati.
Jatuh cinta lagi dan seterusnya. Rika seperti berada dalam lingkaran cinta yang
menjeratnya untuk selalu berputar-putar pada siklus yang sama.
Buku
Missed Call Me Mis U (I Will Survive)
selain cocok untuk remaja yang ingin survive. Juga, buku ini layak dijadikan
panutan bagi penulis pemula yang juga sedang survive dalam menulis cerpen.
****

0 komentar:
Posting Komentar